WALI ALLAH ITU SIAPA?

WALI ALLAH ITU SIAPA?

Assalamualaikum, saya Dodo junaedi, perlu diperjelas penjelasan mengenai para wali Allah seolah olah tidak sependapat, seakan akan praktek ibadahnya tidak ada dari sunnah Nabi, lalu darimana sumber para ulama dan para Kiyai tersebut?

Jawaban: Waalaikumussalamu warahmatullahi wabarakatuh

Wali Allah bukanlah seperti yang disangka oleh sebagian orang, mereka menyangka bahwa wali Allah adalah orang yang hanya mampu menampakkan kehebatan-kehebatan atau kejadian-kejadian di luar kebiasaan manusia. Sehingga, mereka beranggapan bahwa derajat wali hanya bisa diraih oleh orang-orang tertentu. Padahal realitanya tidak demikian, dengan jelas dan gamblang bahwa Allah sendiri yang menggambarkan tentang siapa mereka wali Allah dan kepada siapa predikat tersebut diberikan? Allah berfirman;

.أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ َالَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُوْن

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (QS. Yunus: 62-63)

Imam Ibnu Katsir As-syafii rahimahullah berkata dalam tafsirnya: “Allah Ta’ala memberitahukan bahwa wali-wali atau kekasih-kekasih-Nya adalah mereka yang beriman dan bertakwa, seperti yang ditafsirkan oleh banyak ulama. Dengan demikian, setiap orang yang bertakwa adalah wali atau kekasih) Allah”.

Imam Jalaluddin As-Suyuti Asy-Syafii rahimahullah berkata: “Yaitu (orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa) kepada Allah dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Sudah jelas sekali bahwa predikat wali tidak hanya dikhususkan kepada orang-orang tertentu yang bisa menampakkan kehebatan atau kejadian di luar kebiasaan manusia seperti bisa berjalan di atas air laut atau kebal bacok. Wali Allah bisa diraih oleh siapa saja yang dirinya beriman dan bertakwa.

Maka dari sini jelas sekali, jika ada orang yang mengaku atau dijuluki wali lantaran ia capai dengan bersemedi berhari-hari atau berbulan-bulan sehingga tidak shalat, tidak puasa dan tidak menjalankan ibadah lainnya, maka klaim itu adalah dusta. Atau juga orang yang berpenampilan dan perilaku kesehariannya seperti orang gila sehingga sudah tidak mengetahui halal dan haram, tidak beribadah lalu dianggap wali disebabkan bisa menampakkan hal-hal di luar kemampuan manusia maka klaim kewaliannya pun dusta.

Para ulama ahlus-sunnah sepakat bahwa karomah wali Allah itu ada. Hal ini banyak dikisahkan dalam hadis-hadis seperti kisah ashabul ukhdud, kisah 3 pemuda yang terjebak di gua dan juga seperti dalam hadis-hadis shahih, diantaranya; Seorang wanita bertengkar dengan Sa’îd bin Zaid Radhiyallahu anhu di lahan Sa’îd bin Zaid. Wanita tersebut menuduh Sa’id bin Zaid Radhiyallahu anhu merebut lahan tersebut darinya. Kemudian Sa’id bin Zaid Radhiyallahu anhu berkata, ”Ya Allah, jika wanita itu bohong, butakanlah matanya dan bunuh dia di lahannya.” Ternyata, wanita tersebut buta. Dan suatu malam, ketika ia berjalan di lahannya, ia terjatuh di sumur kemudian meninggal. (HR. Muslim). Wallahu a`lam

Dijawab oleh ustadz Abul Fata Miftah, Lc (Pengasuh www.inilahfikih.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *