TULANG DAN BULU BANGKAI APAKAH NAJIS?

TULANG DAN BULU BANGKAI APAKAH NAJIS?

Ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.

Pendapat pertama: Tulang dan bulu bangkai adalah najis, ini pendapat madzhab Syafii.

Imam Abu Syuja’ berkata dalam kitabnya matan Abu Syuja’:

وَعَظْمُ الْمَيْتَةِ وَشَعْرُهَا نَجِسٌ إِلاَّ الْآدَمِيِّ

“Tulang dan rambut bangkai adalah najis kecuali milik manusia”

Dalilnya adalah firman Allah:

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ

“Diharamkan bagimu memakan bangkai, darah. ” (QS. Al-Maidah: 3)

Diharamkannya sesuatu yang asalnya tidak haram dan tidak membahayakan jika dikonsumsi, berarti sesuatu ini najis. Tulang dan bulu termasuk bagian binatang sehingga jika menjadi bangkai maka tulang dan bulunya ikut najis.

Pendapat kedua: Tulang dan bulu bangkai adalah tidak najis. Ini adalah pendapat ulama madzhab Hambali.

Syaikh Abdul Adzim bin Badawi al-Khalafi rahimahullah berkata dalam kitabnya al-Wajiz: Tulang bangkai, tanduk, kuku, rambut dan bulunya adalah suci, kembali kepada hukum asal yaitu suci.

Ini berdasarkan
pada riwayat Imam Bukhari secara mu’allaq dalam kitab Fathul Bari Syarah Shahih al-Bukhari jilid I halaman 342 di mana ia berkata: Imam Az-Zuhri berkata tentang tulang bangkai, misalnya bangkai gajah dan semisalnya, “Aku mendapati sejumlah ulama’ salaf atau terdahulu memakai sisir yang terbuat dari tulang bangkai dan memakai minyak rambut yang tersimpan
padanya, dan mereka menganggap
tidak ара-ара.” Imam Hammad menegaskan, “Tidak mengapa memanfaatkan bulu bangkai.”

Wallahu a’lam

@Abul Fata Murod, Lc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *