SEMBILAN ADAB DALAM MENGGUNAKAN SOSIAL MEDIA

SEMBILAN ADAB DALAM MENGGUNAKAN SOSIAL MEDIA

Saudaraku… Melihat dan mencermati perkembangan aktivitas kaum muslimin di sosial media baik facebook, twiter, whatsapp, BBM dan lain sebagainya terkadang melewati batas yang ditetapkan oleh syari’at, maka perlu adanya arahan kepada para sosial media agar media ini memiliki nilai manfaat untuk kemajuan Islam Wal Muslimin khususnya dan masyarakat luas pada umumnya.

Karena pentingnya adab menggunakan sosial media, berikut beberapa arahan dan pegangan dalam menggunakannya, diantaranya :

1. Utamakan sosial media untuk berdakwah

Sosial media hendaknya digunakan sebagai media dakwah untuk menyampaikan kebenaran. Adapun penyampaian aktivitas dakwah di sosial media harus mengedepankan sikap bijak dan berdakwah dengan ilmu, baik ilmu tentang dinul islam yang didakwahkan, ilmu tentang orang yang didakwahi, dan ilmu tentang bagagimana cara berdakwah.

Niat ikhlas pun harus senantiasa mengiringi aktivitasnya dalam berdakwah. Disamping itu semua, harus selalu mengiringinya dengan muroqobah kepada Allah Ta’ala, yaitu selalu merasa diawasi oleh Allah. Karena tanpa hal ini seseorang akan mudah tertarik dan terjerumus ke dalam langkah-langkah setan yang cukup halus.

2. Mengucapkan salam dan meminta izin dengan baik

Dalam bersilaturrahim sama halnya di dunia maya, walau sekedar bercakap-cakap, Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan kita adab bertamu yaitu “mengucapkan salam”. Dengan mengucapkan salam berarti Anda mendo’akan orang lain memperoleh keberkahan dan keselamatan.

3. Sopan dan santun

Sebagai seorang muslim dimanapun kita berada baik di dunia nyata maupun di dunia maya utamakanlah sikap sopan santun. Bila berkata ucapkanlah yang baik. Iman Syafi’i pernah berakata, “Apabila seseorang hendak berbicara maka hendaklah berpikir sebelumnya. Jika sudah jelas kemaslahatannya maka ucapkanlah, namun jika ragu dengan perkataannya itu jangan disampaikan hingga jelas kemaslahatannya.” Bila bersendaugurau ucapkanlah yang hak atau jujur. Hal ini terkait dengan perkataan dalam tulisan maupun photo yang di upload agar mencerminkan sikap yang sopan.

4. Membatasi waktu dalam bersosial media

Menyia-nyiakan waktu sering terjadi ketika seseorang menggunakan sosial media. Hanya untuk menulis status, berkomentar pada status teman, menambah teman, mencari teman, atau aktivitas lain sering menjadikan seseorang lupa waktu. Akibatnya, banyak ibadah dan pekerjaan yang seharusnya menjadi kewajibannya menjadi terbangkalai seperti sholat, mengurusi rumah tangga dan lain sebagainya, sehingga mulailah rusak ibadahnya dan kehidupan dunia nyatanya hanya untuk membangun kehidupan dunia maya.

5. Tidak menggunjing

Yang dimaksud menggunjing adalah seperti yang disabdakan oleh Rasulullah, “Ghibah ialah engkau menyebut saudaramu tentang apa-apa yang tidak disenanginya.” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi berkata. “Yang dimaksud oleh hadits tersebut ialah menyebut kekurangan dan keburukan seseorangdalam hal dunianya, agamanya akhlaknya, istri dan anaknya, suaminya, hartanya, rumah tangganya, pakaiannya, gaya jalannya, dan pembantu rumah tangganya, baik menyebut dengan lisan maupun dengan bahasa isyarat dengan kedipan mata, tangan dan sebagainya.”

6. Menghindari Perdebatan

Perdebatan tidak akan menyelesaikan masalah. Sosial media hendaknya tidak dipergunakan untuk debat kusir yang hanya akan memecah belah ukhuwah islamiyyah.

7. Menjaga amanah dan tidak membuka rahasia

Jangan menulis hal-hal yang sangat pribadi di sosial media karena akan merugikan diri sendiri. Begitu juga hal-hal pribadi orang lain. Membuka rahasia pribadi saja tidak diperkenankan, apalagi rahasia orang lain. Hal ini banyak kita temukan di sosial media semua permasalahan pribadi, keluarga dan lain sebagainya disampaikan di sosial media, padahal ini merupakan aurat yang harus ditutupi.

8. Tidak memposting foto dan video yang membuka aurat

Diantara yang harus ditundukkannya pandangan ialah kepada aurat, karena Rasulullah telah melarangnya sekalipun antara laki-laki dengan laki-laki atau permpuan dengan perempuan baik dengan syahwat ataupun tidak.

7. Menjelaskan tentang isi video yang diupload

Alangkah baiknya setiap video yang diupload dijelaskan tentang isi video tersebut, terutama video dengan ukuran file yang besar. Ini merupakan bentuk kasih sayang kita sesama Muslim agar sebelum orag lain memutuskan untuk mendownloadnya dia tahu bahwa video tersebut betul-betul penting baginya sehingga biaya yang harus dia keluarkan untuknya betul-betul tepat sasaran, tidak mubadzir untuk urusan yang tidak penting, apalagi sekedar sendau gurau yang tidak bermanfaat.

Demikian beberapa arahan mengenai adab-dab dalam menggunakan sosial media baik facebook, twitter, Whatsapp dan lain sebagainya. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam

Dikutip dari Majalah Gerimis Fajri

Volume 57

Ditulis oleh : Ust. Faishol Hamzah, Lc.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *