SEBELAS KEUTAMAAN PUASA

SEBELAS KEUTAMAAN PUASA

Dari hamba Allah. Pak usadz, tolong sebutkan dong keutamaan dari puasa. Terima kasih

Jawaban:

Puasa memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah sebagai berikut;

  1. Puasa ramadhan menghapus dosa-dosa yang telah lalu

Rasulullah  bersabda:

من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدّم من ذنبه

“Barangsiapa berpuasa karena iman dan mengharap pahala disisi Allah, niscaya diampunilah baginya dosa-dosa yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Pintu surga Ar-Rayyan bagi yang berpuasa

Rasulullah  bersabda:

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ لَا يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ

“Sesungguhnya di surga ada pintu yang dinamakan Ar-Rayyan. Orang-orang yang berpuasa di hari kiamat masuk dari pintu itu. Tidak dibolehkan seorang pun memasukinya selain meraka. Lalu dikatakan, ‘Dimana orang-orang yang berpuasa?’ Mereka pun bangkit, tidak ada seorang pun yang masuk kecuali dari mereka. Ketika mereka telah masuk, pintunya ditutup dan tidak seorang pun masuk lagi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

  1. Pahala puasa dilipatgandakan tanpa batas karena hanya Allah yang akan membalasnya

Rasulullah  bersabda, Allah berfirman:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ  فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

“Setiap amal anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. Sesungguhnya dia untuk-Ku dan Aku  yang akan membalasnya. (HR. Al- Bukhari)

  1. Pusa adalah tameng

Puasa adalah tameng dari segala keburukan, puasa adalah sarana pendidikan untuk menjadi pribadi yang mampu menahan hawa nafsu, amarah dan segala perbuatan dosa.

Rasulullah  bersabda, Allah berfirman:

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa adalah tameng, kalau salah di antara kalian ada yang berpuasa, maka janganlah berkata jorok dan jangan berbicara keras. Kalau ada orang yang menghinanya atau hendak menyakitinya, maka katakanlah, ‘Sungguh aku sedang berpuasa.’ Demi jiwa Muhammad yang ada di tangan-Nya. (HR. Al-Bukhari)

  1. Bau mulut orang berpuasa lebih wangi daripada minyak kasturi pada hari kiamat

Rasulullah  bersabda, Allah  berfirman:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْك

“Bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dibandingkan bau minyak kasturi.” (HR. Al-Bukhari)

  1. Bagi orang berpuasa ada dua kegembiraan di dunia dan di akherat

Rasulullah  bersabda, Allah   berfirman:

لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ وَإِذَا لَقِيَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Bagi orang berpuasa akan mendapatkan dua kegembiraan; gembira ketika berbuka dan gembira dengan puasanya ketika bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Al-Bukhari)

  1. Kedatangan bulan Ramadhan dan berpuasa di dalamnya adalah nikmat Allah yang agung bagi orang-orang yang dikehendaki-Nya.

Hal ini ditegaskan oleh sebuah hadis Rasulullah  dari Abu Hurairah  yang menuturkan, “Ada dua orang laki-laki dari negeri Qudha’ah yang masuk Islam di hadapan Nabi . Laki-laki yang pertama gugur sebagai syahid dalam peperangan bersama Rasulullah  , sedang yang kedua wafat setahun sesudahnya. Thalhah bin ‘Ubaidillah  berkata, ‘Aku bermimpi melihat surga, lalu aku melihat orang yang mati syahid itu didahului oleh temannya ketika masuk surga, aku heran karenanya. Keesokan harinya aku sampaikan hal itu kepada Rasulullah . Beliau bersabda, ‘Apakah yang kalian herani dari mimpi tersebut? Bukankah ia sempat berpuasa Ramadhan setelah kematian temannya, ia pun telah sholat enam ribu rakaat atau sekian-sekian rakaat shalat sunnah?’. Para sahabat menjawab, ‘Ya, benar.’ Maka Rasulullah  bersabda, ‘Sesungguhnya perbedaan tingkatan antara keduanya lebih jauh dari jarak antara langit dan bumi.’” (HR. Ahmad)

  1. Puasa merupakan rukun keempat dari rukun-rukun Islam

عَنْ طَاوُسٍ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ أَلَا تَغْزُو فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْإِسْلَامَ بُنِيَ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَحَجِّ الْبَيْتِ

Dari Thawus, bahwasanya seorang laki-laki berkata kepada Abdullah bin Umar : “Tidakkah Anda berperang?”, maka dia berkata: “Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya Islam dibangun di atas lima pondasi: Syahadat Laa ilaaha illa Allah, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa Ramadhan; dan haji. ” (HR Muslim)

  1. Dalam ibadah puasa terhimpun 3 kesabaran

Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Alu Bassam  berkata: Puasa termasuk ibadah yang paling utama, karena didalamnya terhimpun tiga macam kesabaran: 1. Kesabaran pada ketaatan kepada Allah, 2. Kesabaran dari kemaksiatan kepada Allah, 3. Kesabaran pada ketetapan Allah yang menyedihkan (Lihat Kitab Taisirul ‘Allam Bab Puasa)

  1. Puasa memberi syafaat kepada pelakunya

Rasulullah  bersabda:

الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ

“Sesungguhnya puasa dan Al-Qur’an memberi syafa’at kepada pelakunya pada hari Kiamat. Puasa berkata, “Ya Tuhanku aku telah menahan hasrat makan dan syahwatnya, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Berkata pula al-Qur’an, ”Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya dari tidur untuk qiyamullail, maka berilah aku izin untuk memberikan syafa’at kepadanya. Nabi bersabda, “Maka keduanya diberikan izin untuk memberi syafaat.” (HR. Ahmad)

  1. Dengan puasa bisa menjauhkan diri dari api neraka

Rasulullah  bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُوْمُ يَوْمًا فِي سَبِيْلِ اللَّهِ إِلاَّبَاعَدَ اللَّهُ بَذَلِكَ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا

“Tidaklah seorang hamba yang puasa di jalan Allah kecuali akan Allah jauhkan dia (karena puasanya) dari neraka sejauh tujuh puluh musim” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Demikianlah beberapa keutamaan dari puasa.

Wallahu a`lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *