Rahasia Dibalik Merayakan Tahun Baru Masehi

Rahasia Dibalik Merayakan Tahun Baru Masehi

Merayakan tahun baru sudah menjadi pesta tahunan rakyat. Setiap malam pergantian tahun selalu diadakan berbagai pesta dan euforia kegembiraan. Mulai dari hiruk pikuk tiupan terompet, pesta kembang api, konser musik, dan aneka ragam perayaan lainnya.

Bahkan, orang yang merayakan tahun baru rela begadang sepanjang malam menunggu detik-detik akhir pergantian tahun. Pada saat itulah puncak dari perayaan tahun baru dinikmati.

Sayang sekali, fenomena perayaan malam tahun baru banyak diikuti oleh umat Islam. Padahal, dilihat dari sejarahnya perayaan tahun baru merupakan budaya orang-orang bukan Islam.

Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai Kaisar Roma. 1 Januari juga dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen.

Kemudian, tahun baru ini dijadikan sebagai hari libur nasional oleh orang-orang sekuler yang pada akhirnya perayaan tahun baru hampir-hampir menjadi budaya negeri yang dilestarikan oleh siapa saja dari anak bangsa.

Hukum Merayakan Tahun Baru

Saudaraku yang dirahmati Alloh ta’ala…

Sebagai seorang muslim, perayaan tahun baru bukanlah amal ibadah yang bernilai pahala. Justru mengikuti perayaan malam tahun baru hanya membuang-buang waktu tanpa faedah dan tanpa pahala.

Terlebih perayaan ini adalah budaya di luar Islam. Ikut serta melakukannya berarti perbuatan menyerupai amal orang kafir dan tercatat sebagai perbuatan dosa.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Maka, menghindari dan tidak ikut serta merayakaan tahun baru merupakan langkah penyelamatan iman. Isilah dengan kegiatan yang baik tanpa menerabas larangan Islam.

Begitupula mengingatkan umat Islam agar tidak terjerumus ke dalam perayaan tersebut adalah ibadah bernilai pahala. Mari ingatkan & selamatkan saudara Muslim kita dari keterpurukan iman ini. Semoga Alloh meridhoi amal ini. Aamiin.

Join: https://t.me/tebarilmuislam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *