Mendoakan Masyarakat Islami dan Pembelanya

Mendoakan Masyarakat Islami dan Pembelanya

  1. Tujuan inti Allah menciptakan jin dan manusia adalah supaya mereka mengesakan dan beribadah kepada-Nya. Sebagaimana yang Allah l firmankan:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku. (Q.S al-Dzâriyât: 56)

  1. Perbuatan-perbuatan yang termasuk peribadatan kepada Allah sangatlah banyak jumlah dan macamnya. Baik itu berupa perkataan, seperti membaca al-Qur’an. Maupun perbuatan anggota badan, seperti melaksanakan shalat. Baik itu berupa perbuatan yang nampak, seperti shalat. Maupun yang tidak nampak (dilakukan oleh hati), seperti bertawakkal kepada Allah. Dan di antara sekian banyak perbuatan ibadah kepada Allah adalah berdoa. Sebagaimana firman Allah:

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Rosululloh juga pernah bersabda:

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ – رضي الله عنه – عَنْ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – فِي قَوْلِهِ تعالى: “وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ…” قَالَ: “الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ وَقَرَأَ: “وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي

Dari Nu’man bin Basyir bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang firman Allah: “Dan Tuhan kalian berkata berdoalah kalian kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan”. Kemudian beliau bersabda:

Doa adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat : “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu”. [Ghafir : 60]. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah))

  1. Berdoa adalah permohonan bantuan dan pertolongan seorang hamba kepada Tuhannya. Berdoa merupakan di antara macam dan bentuk ibadah yang agung. Bahkan, doa merupakan inti daripada ibadah. Sebagaimana sabda Rosulullah:

عَنْ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ – رضي الله عنه – عَنْ النَّبِيِّ – صلى الله عليه وسلم – فِي قَوْلِهِ تعالى: “وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ…” قَالَ: “الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ وَقَرَأَ: “وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي

Dari Nu’man bin Basyir bahwasannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang firman Allah: “Dan Tuhan kalian berkata berdoalah kalian kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan”. Kemudian beliau bersabda:

Doa adalah ibadah”, kemudian beliau membaca ayat : “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu”. [Ghafir : 60]. (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah))

  1. Seorang hamba yang berdoa kepada Allah akan mendapatkan banyak manfaat dan keutamaan. Di antaranya, doa merupakan kunci daripada segala keinginan dan kebutuhan seorang hamba. Baik itu kebutuhannya di dunia maupun di akhirat. Doa juga bisa menjadi senjata dan tameng bagi seorang mukmin.

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الدُّعَاءُ سِلاَحُ الْمُؤْمِنِ ، وَعِمَادُ الدِّينِ ، وَنُورُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ

Rosulullah ` bersabda: doa adalah senjata orang beriman, tiangnya agama dan cahaya bagi langit dan bumi. (HR. Al-Hakim: no. 1812)

  1. Berdoa kepada Allah yang disyariatkan, tidak terbatas untuk kemaslahatan pribadi seorang yang berdoa. Tetapi juga disyariatkan bagi seorang mukmin untuk mendoakan orang lain. Baik itu anaknya, istrinya maupun kaum muslimin secara umum.

Allah berfirman:

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)

Allah juga berfirman:

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)

  1. Seorang mukmin yang mendoakan orang lain selamanya tidak akan merugi. Di samping ia telah mendapatkan pahala karena beribadah lewat berdoa, ia juga akan di doakan oleh malaikat yang Allah ciptakan sebagai makhluk yang tidak pernah bermaksiat kepada-Nya dan senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya. Kondisi ini tentunya lebih dekat untuk dikabulkan oleh Allah.

عن أبي الدرداء رَضِيَ اللَّهُ عَنهُ أنه سمع رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّم يقول: ما من عبد مسلم يدعو لأخيه بظهر الغيب إلا قال الملَك: ولك بمثل ” رواه مُسلِمٌ

Dari Abu Darda semoga Allah meridhoinya; bahwa ia mendengar Rosulullah ` bersabda: tidaklah seorang muslim yang mendoakan (kebaikan) untuk saudaranya ketika tidak dihadapannya melainkan seorang malaikat berkata: “dan untukmu yang semisal dengannya.” (HR.Muslim)

  1. Berdoa untuk kemaslahatan kaum muslimin adalah satu perkara yang dianjurkan. Terlebih lagi mendoakan terwujudnya masyarakat Islami. Masyarakat Islami adalah masyarakat yang dinaungi dan dituntun oleh norma-norma Islam, satu-satunya agama Alloh . Masyarakat yang secara kolektif atau orang perorangan bertekad untuk bersungguh-sungguh dalam meniti sirotulmustaqim. Masyarakat yang didominasi oleh istiqomah, kejujuran, kebersihan ruhani dan saling kasih mengasihi. Walaupun mereka berbeda-beda dalam tingkat dan kadar pemahaman terhadap rincian ajaran Islam, tetapi mereka telah memiliki pondasi yang sama untuk menerimanya secara totalitas.
  2. Kita harus memberikan sumbangsih untuk terwujudnya masyarakat Islami sesuai dengan kemampuan kita masing-masing. Bagi orang kaya, hendaknya hartanya bisa digunakan untuk fi sabilillah. Bagi orang pemerintahan, hendaknya kekuasaannya digunakan untuk dakwah kepada Allah, dan seterusnya. Dan ada satu bentuk sumbangsih yang bisa dilakukan oleh setiap kita, baik sebagai orang kaya maupun orang miskin. Baik sebagai pejabat maupun rakyat. Dan sumbangsih ini mudah dan ringan untuk dilakukan yaitu berdoa. Pada saat yang sama orang yang berdoa telah terhindar dari golongan orang-orang yang lemah sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi Muhammad.

عن أبي هريرة قال : أبخل الناس الذي يبخل بالسلام وإن أعجز الناس من عجز بالدعاء

قال الشيخ الألباني : صحيح الإسناد موقوفا وصح مرفوعا

“Orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil terhadap salam “Orang yang lemah adalah orang yang meninggalkan berdoa dan. [HR. Al-Bukhari dalam al-adab al-mufrad; no. 1042 Sanadnya Jayyid (bagus) dan dishahihkan Al-Albani, As-Silsilah Ash-Shahihah 2/152-153 No. 601].

Imam Munawi berkata bahwa yang dimaksud dengan ‘Ajazu al-naasi adalah orang yang paling lemah akalnya dan paling buta penglihatan hatinya, dan yang dimaksud dengan Min ‘ajzin ‘an ad-dua’i adalah lemah memohon kepada Allah terlebih pada saat kesusahan dan demikian itu bisa mendatangkan murka Allah karena dia meninggalkan perintah-Nya padahal berdoa adalah perkerjaan yang sangat ringan.[Faidhul Qadir 1/556].

Oleh karena itu, langkah yang mudah bagi kita semua adalah berdoa kepada supaya terwujudnya masyarakat Islami.

  1. Apabila kita lemah fisik dan miskin harta maka bukan berarti tidak turut serta dalam usaha mewujudkan masyarakat islami . Bukankah Rosululloh telah bersabda:

al Imam an-Nasa-i di dalam Sunan-nya (al Mujtaba), Kitab al Jihad, Bab al Istinsharu bidh-Dha’if, nomor hadits (3178), dari jalan Mis’ar, dari Thalhah bin Musharrif, dari Mush’ab bin Sa’ad, bahwa Rosululloh bersabda:

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا بِدَعْوَتِهِمْ، وَصَلاَتِهِمْ، وَإِخْلاَصِهِمْ

“Sesungguhnya Allah menolong umat ini dengan sebab orang yang lemah dari mereka, yaitu dengan sebab doa mereka, shalat mereka, dan keikhlasan mereka”.

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *