Mendengar Sirine Imsak Haruskah Meninggalkan Makan, Minum Atau Jimak?

Mendengar Sirine Imsak Haruskah Meninggalkan Makan, Minum Atau Jimak?

Di sebagian masjid, pihak DKM memasang sirine imsak sebagai isyarat waktu sahur hampir habis.

Oleh sebagian masyarakat, menganggap sirine imsak adalah tanda sudah tidak diperbolehkan makan, minum atau jimak.

Anggapan ini tidak tepat karena sirine imsak bukanlah tanda munculnya fajar sodik atau tanda shalat subuh telah tiba.

Sejatinya seseorang masih diperbolehkan makan, minum atau jimak walaupun sirine imsak telah berbunyi karena larangan makan, minum atau jimak adalah apabila fajar sodik telah muncul.

Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab Bab Puasa:

“Masuknya waktu puasa dengan ditandai munculnya fajar dan saat itulah haram makan, minum dan jimak. ”

Beliau rahimahullah juga berkata: “Diperbolehkan makan, minum dan jimak hingga fajar muncul tanpa ada perbedaan dikalangan ulama, apabila dia ragu apakah fajar sudah muncul atau belum maka masih diperbolehkan makan, minum, jimak atau lainnya tanpa ada perbedaan dikalangan ulama hingga benar-benar yakin bahwa fajar telah muncul berdasarkan ayat: “(Dan makan minumlah) hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. ” (Al-Baqarah: 187) dan berdasarkan riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu ia berkata: “Makanlah walau engkau ragu hingga tampak fajar. ” (HR. Al-Baihaqi dengan sanad yang sahih).

Beliau rahimahullah juga berkata dalam Kitabnya Syarah Shahih Muslim: “(Hadits ini) menunjukkan kebolehan makan, minum, jimak dan lainnya hingga fajar terbit. ” Wallahu a’lam

Semoga bermanfaat

@Abul Fata Miftah Murod, Lc

Artikel:

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *