LARANGAN BERKHOLWAT DENGAN YANG BUKAN MAHRAM

     Agama Islam sangat memuliakan kedudukan kaum perempuan. Segala perkara yang mengantarkan kepada penjagaan kehormatan perempuan, maka sangat diperintahkan oleh ajaran Islam. Sebaliknya, segala urusan yang menghantarankan ke arah lenyapnya kehormatan perempuan, maka Islam pun melarang dengan sangat keras.

 Bukankah Islam memerintahkan kepada perempuan agar tetap berada di rumahnya. Alloh Ta’la berfirman,

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُوْلٰى وَاَقِمْنَ الصَّلٰوةَ وَاٰتِيْنَ الزَّكٰوةَ وَاَطِعْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗاِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ اَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيْرًاۚ ٣٣

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu. (QS. Al-Ahzab: 33).

Bukankah Islam memerintahkan kepada mereka untuk mengenakan jilbabnya. Alloh Ta’ala berfirman,

يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِّاَزْوَاجِكَ وَبَنٰتِكَ وَنِسَاۤءِ الْمُؤْمِنِيْنَ يُدْنِيْنَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيْبِهِنَّۗ ذٰلِكَ اَدْنٰىٓ اَنْ يُّعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا ٥٩

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. (QS. Al-Ahzab: 59)

Bukankah Islam melarang perempuan yang mengenakan parfum melewati kaum lelaki yang bukan mahromya.

Bukankah Islam melarang perempuan bersafar tanpa disertai mahramnya.

Sungguh semua perintah dan larangan dalam ajaran Islam bertujuan untuk menjaga kesucian dan kehormatan bagi perempuan.

Untuk menjaga kehormatan diri perempuan Islampun melarang perempuan kholwat alias berdua-duaan atau bersepian dengan lelaki yang bukan mahromnya (mahrom adalah lelaki yang haram dinikahinya seperti; ayah, suami, saudara laki-laki, keponakan, paman, dan lain-lain).

       Fenomena ini banyak terjadi di perkantoran, perusahaan, lembaga pendidikan, kost-kostsan dan lain sebagainya. Ada seorang sekertaris perempuan yang hanya satu ruang dengan direkturnya, padahal tidak ada seseorangpun yang bersama mereka. Ada seorang mahasisiwi yang menerima tamu seorang mahasiswa, sementara di asrama tersebut tidak ada rekan mahasisiwi yang lain.

Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka janganlah ia berkholwat dengan seorang wanita tanpa ada mahrom wanita tersebut, karena syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua. (HR. Ahmad)

Pada hadis di atas disebutkan bahwa syaitan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua. Apakah maksud kalimat tersebut?

Al-Munawi berkata, “Yaitu syaitan menjadi penengah (orang ketiga) diantara keduanya dengan membisikan mereka untuk melakukan kemaksiatan dan menjadikan syahwat mereka berdua bergejolak dan menghilangkan rasa malu dan sungkan dari keduanya serta menghiasi kemaksiatan hingga nampak indah di hadapan mereka berdua, sampai akhirnya syaitanpun menyatukan mereka berdua dalam kenistaan, yaitu berzina atau (minimal menjatuhkan mereka pada perkara-perkara yang lebih ringan dari zina yaitu perkara-perkara pembukaan dari zina yang hampir-hampir menjatuhkan mereka kepada perzinaan.”

Imam as-Syaukani berkata, “Sebabnya adalah lelaki senang kepada wanita karena demikanlah ia telah diciptakan memiliki kecondongan kepada wanita, demikian juga karena sifat yang telah dimilikinya berupa syahwat untuk menikah. Demikian juga wanita senang kepada lelaki karena sifat-sifat alami dan naluri yang telah tertancap dalam dirinya. Oleh karena itu syaitan menemukan sarana untuk mengobarkan syahwat yang satu kepada yang lainnya maka terjadilah kemaksiatan.
Dari paparan di atas, maka seyogyanya bagi kaum Muslimah menjaga kehormatan diri mereka. Bila hal itu terwujud, maka buah manisnya akan dirasakan. Salah satunya adalah mendapatkan ridho Alloh dan memperoleh surga-Nya, tempat penuh pesona keindahan dan kebahagiaan yang menjadi dambaan setiap insan yang bertakwa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *