Larangan Berangan-Angan Atau Berharap Agar Dimatikan Oleh Allah

Larangan Berangan-Angan Atau Berharap Agar Dimatikan Oleh Allah

Allah adalah Rabb pencipta kehidupan dan kematian, lahirnya seseorang ke muka bumi adalah semata-mata atas kekuasaan dan kehendak-Nya. Seseorang dilahirkan ke muka bumi untuk menjalani kehidupan di dunia sebagai khalifah yang bertugas mengemban amanah diantaranya adalah amanah ketaatan kepada Allah sebagai Sang Pencipta dan amanah tauhid kepada-Nya.

Perjalanan hidup didunia tidak selamanya berjalan baik, terkadang ada ujian dan cobaan menimpanya yang sudah pasti menyimpan pesan dan hikmah tersendiri. Seorang mukmin dituntut untuk bersabar dan ridho atas segala hal yang menimpanya.

Seseorang dilarang meminta, berharap atau berangan-angan dimatikan oleh Allah lantaran cobaan yang menimpanya.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Janganlah diantara kalian berangan-angan untuk mati lantaran marabahaya yang menimpa kepadanya, jikalau hal itu menjadi sebuah keharusan baginya maka berdoalah: “Ya Allah, hidupkanlah aku sekiranya hidup ini lebih baik bagiku. Dan matikanlah sekiranya mati adalah lebih baik bagiku. ” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah berkata dalam mensyarah hadits ini dalam kitabnya syarah sahih muslim: “(Hadis ini) dengan jelas menjelaskan larangan berangan-angan kematian lantaran marabahaya atau cobaan yang menimpanya seperti sakit, kemiskinan, cobaan dari musuh atau hal lainnya dari pahitnya kehidupan. Namun apabila khawatir terjadi marabahaya menimpa agamanya atau fitnah yang menimpa agamanya maka tidak dilarang berdasarkan pemahaman hadis tersebut”.

Semoga Allah menjaga diri dan keluarga kita dari fitnah di dunia ini.

 

Oleh: Abul Fata Miftah Murod, Lc

Bogor, 31 Juli 2017

Artikel:

alghurobasite.wordpress.com

Inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *