KAPAN JIHAD FISIK DITEGAKKAN?

KAPAN JIHAD FISIK DITEGAKKAN?

Jihad fisik dalam Islam dilakukan ketika pihak yang berhadapan tidak mau menerima dakwah. Dalam setiap peperangan kita diperintahkan untuk terlebih dahulu menawarkan kepada kaum kafir salah satu di antara tiga hal yaitu: Masuk Islam, membayar jizyah atau berperang.

Ketika salah satu dari dua tawaran yaitu masuk Islam atau membayar jizyah diterima, maka
peperangan pun batal.

Dari Sulaiman bin Buraidah radhiyallahu anhu dari ayahnya berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam jika mengutus seorang pemimpin untuk satu pasukan perang atau tentara, beliau memberikan wasiat khusus untuk diri beliau agar bertakwa kepada Allah dan seluruh kaum muslimin dengan nasehat kebaikan. Beliau shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Berperanglah fi sabilillah dengan nama Allah. Perangilah orang yang kufur kepada Allah. Jika engkau menjumpai musuhmu dari kalangan kaum musyrikin, serulah mereka dengan 3 hal, mana di antara itu yang mereka terima, maka terimalah dan tahan diri kalian. Serulah mereka kepada Islam, jika mereka terima, maka terimalah. Kemudian, serulah mereka untuk pindah dari negeri mereka
ke negeri kaum muhajirin. Beritahu mereka, jika mereka melakukan demikian, mereka akan mendapatkan hak sebagaimana hak kaum muhajirin serta memiliki kewajiban sebagaimana kewajiban kaum muhajirin. Jika mereka tidak mau dan memilih tetap di negeri mereka, maka beritahulah kepada mereka bahwa mereka seperti kaum muslimin a`rab yang akan diberlakukan hukum Allah seperti yang berlaku kepada kaum mukminin, mereka tidak akan mendapatkan fai’ yaitu harta dari orang kafir yang didapatkan tanpa perang dan ghonimah yaitu rampasan perang, kecuali jika mereka ikut berjihad bersama kaum muslimin. Jika mereka tidak mau, serulah mereka untuk membayar jizyah. Jika mereka terima, maka terimalah mereka dan tahan diri kalian. Jika mereka tidak mau, mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka”. (HR. Muslim, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ad-Darimi).

[Diambil Dari Buku Thoriquna Karya Tim Sunniyyah]

www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *