JUMLAH RAKAAT SHOLAT TARAWEH

JUMLAH RAKAAT SHOLAT TARAWEH

Mau nanya, di masyarakat kalo datang bulan ramadhan sering pada membicarakan jumlah rakaat shalat taraweh, ada yang bilang 11 dan ada yang bilang 23. Kalo di zaman Nabi dan sahabat memangnya berapa rakaaat ya? Syukron

Jawaban:

Sesungguhnya shalat tarawih pernah dilakukan Nabi . Dari Nu’man bin Basyir  : Ia berkata: “Kami melaksanakan qiyamul lail atau tarawih bersama Rasulullah  pada malam 23 bulan Ramadhan, sampai sepertiga malam. Kemudian kami shalat lagi bersama beliau pada malam 25 Ramadhan berakhir sampai separoh malam. Kemudian beliau memimpin lagi pada malam 27 Ramadhan sampai kami menyangka tidak akan sempat mendapati sahur.” [HR. Nasa’i, Ahmad, dan Al-Hakim]

Akan tetapi kemudian Nabi  tidak melakukannya secara berjamaah di masjid karena khawatir dianggap wajib. Setelah itu di masa Umar  dihidupkan kembali secara berjamaah di masjid.

Lalu pertanyaannya, berapa jumlah rakaat shalat tarawih yang dilakukan pada masa Rasulullah  dan di masa Umar  ketika menghidupkan kembali setelah Rasulullah   meninggalkannya?

Imam Ash-Shon’ani  dalam kitabnya Subulus Salam Syarah Bulughul Maram ketika mengomentari hadits yang berbunyi;

مَنْ قام رمضان إيماناً واحْتسَاباً غُفِرَ لَهُ ما تَقَدّمَ مِن ذَنْبِه. مُتّفقٌ عَلَيهِ

“Barangsiapa qiyamullail di bulan ramadhan dengan iman dan mengharap pahala niscaya Allah ampuni dosanya yang telah lalu. ” (HR. Al-Bukhari dan Muslim). Mengatakan;

والحديث دليل على فضيلة قيام رمضان، والذي يظهر أنه يحصل بصلاة الوتر إحدى عشرة ركعة، كما كان صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم يفعل في رمضان وغيره كما سلف في حديث عائشة. وأما التراويح على ما اعتيد الآن فلم تقع في عصره صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّم إنما كان ابتدعها عمر في خلافته وأمر أُبياً أن يجمع بالناس واختلف في القدر الذي كان يصلي به أبيّ فقيل كان يصلي بهم إحدى عشر ركعة وروي إحدى وعشرون وروي عشرون ركعة وقيل ثلاث وعشرون وقيل غير ذلك وقد قدمنا تحقيق ذلك

“Hadits ini menjadi dalil tentang keutamaan shalat tarawih pada bulan ramadhan, dzahirnya keutamaan ini bisa diraih dengan shalat tarawih beserta witirnya sebanyak sebelas rakaat sebagaimana dilakukan Nabi  pada bulan ramadhan dan bulan lainnya seperti dijelaskan pada hadits Aisyah yang lalu. Adapun shalat tarawih yang dilakukan secara rutin yaitu setiap malam dengan berjamaah di masjid seperti saat ini tidak pernah terjadi pada zaman Nabi , karena di zaman Nabi hanya terjadi beberapa hari saja. Akan tetapi hal itu terdapat pada zaman Umar  di masa pemerintahannya, beliau memerintahkan sahabat Ubay  untuk melaksanakannya bersama para jamaah. Dan terjadi perbedaan pendapat tentang jumlah rakaat shalat tarawih yang dilakukan oleh Ubay . Ada yang mengatakan sebelas rakaat, sebagian riwayat mengatakan dua puluh satu rakaat, sebagian riwayat mengatakan dua puluh rakaat, sebagian riwayat lagi mengatakan dua puluh tiga rakaat  dan sebagian riwayat lain berpendapat dengan jumlah selain itu. ”

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *