Jangan Sampai Kemungkaran Bertransformasi

Jangan Sampai Kemungkaran Bertransformasi

Kemungkaran itu bertransformasi (jika didiamkan). Awalnya kemaksiatan mulai muncul (dan menjadi biasa di masyarakat), kemudian menjadi sesuatu yang diwariskan (diikuti oleh generasi setelahnya), kemudian (lambat laun dia akan berubah seolah-olah) menjadi bagian dari agama.

Oleh karena itu, wajib (atas kita untuk) mengingkari kemungkaran (di awal munculnya) sebelum dia sempat bertransformasi.

Allah ta’ala berfirman,

وَإِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya”. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji”. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?” (QS. Al-A’raf Ayat 28)

– Syaikh Ath-Thorifi hafidzahullah –

Penerjemah: Ust Muhammad Ilyas, M.Pd.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *