HUKUM SEPUTAR MEMAKAI CINCIN

HUKUM SEPUTAR MEMAKAI CINCIN

 

Ulama telah sepakat wanita diperbolehkan memakai cincin yang terbuat dari emas, sedangkan bagi laki-laki diharamkan.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, sesungguhnya beliau melarang memakai cincin yang terbuat dari emas. (HR. Muslim no.2089)

Dalam hadis lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda tentang emas dan sutera, “Dua benda ini haram bagi umatku laki-laki dan halal bagi wanitanya.” (HR. An-Nasai)

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melihat lelaki memakai cincin emas ditangannya, kemudian beliau melepas dan menaruhnya seraya mengatakan, “Ada diantara kalian yang sengaja meletakkan bara api dengan meletakkan (cincin emas) ditangannya” (HR. Muslim no. 2091)

Lelaki diperbolehkan memakai cincin dari perak sebagaimana perbuatan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu ia berkata:

اتخذ رسول الله صلى الله عليه وسلم خاتما من ورق فكان في يده. ثم كان في يد أبي بكر. ثم كان في يد عمر. ثم كان في يد عثمان. حتى وقع منه في بئر أريس. نقشه -محمد رسول الله-.

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memiliki cincin dari perak, pertama kali yang memakai adalah beliau, kemudian dipakai Abu bakar, kemudian Umar dan kemudian Usman hingga kecemplung di sumur Aris, ukirannya tertulis lafadz Muhammad Rasulullah. ” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi Asy-Syafii berkata dalam syarah sahih muslim: “Kaum muslimin telah bersepakat diperbolehkan memakai cincin perak bagi laki-laki.”

Letak cincin yang disunnahkan bagi laki-laki adalah dijari kelingking, sedangkan wanita dijari mana saja sebagaimana dinyatakan oleh Imam An-Nawawi dalam syarah sahih muslim pada bab larangan memakai cincin dijari tengah dan telunjuk.

Dari Anas bin malik radhiyallahu anhu bahwa ia berkata, cincin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam disini dan mengisyaratkan jari kelingking tangan kirinya. (HR. Muslim)

Dari Ali radhiyallahu anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melarangku mengenakan cincin di jari-jari ini dan ini. Dia (Ali) berkata: “Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengisyaratkan jari tengah dan sampingnya (yaitu telunjuk).

Telah kita ketahui bahwa memakai cincin bagi laki-laki yang dianjurkan adalah dijari kelingking, namun mana yang paling afdhol? Ditangan kanan atau tangan kiri? Ternyata terdapat dua riwayat yang sama-sama sahih.

Riwayat pertama adalah riwayat dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memakai cincin perak ditangan kanannya. (HR. Muslim)

Riwayat kedua juga dari Anas bin malik radhiyallahu anhu bahwa ia berkata, cincin Rasulullah shallallahu alaihi wasallam disini dan mengisyaratkan jari kelingking tangan kirinya. (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah berkata dalam syarah sahih muslim: “Adapun hukum masalah ini menurut para ulama, mereka sepakat diperbolehkan memakai cincin ditangan kanan dan juga diperbolehkan ditangan kiri, dan tidak makruh memilih salah satunya. Banyak ulama salaf memakai ditangan kanan dan banyak juga dari mereka memakai ditangan kiri. Imam Malik menganjurkan ditangan kiri dan memakruhkan ditangan kanan. Dalam madzhab kami (syafii) ada dua pendapat, yang sahih adalah dikanan karena sebagai hiasan, tangan kanan lebih mulia dan lebih pantas dihiasi dan dimulyakan. ”

Inilah penjelasan seputar hukum memakai cincin. Wallahu A’lam. Semoga Bermanfaat

Oleh: Abul Fata Miftah Murod, S. Ud, Lc

Bogor, 24 Juli 2017

Artikel:

alghurobasite.wordpress.com

Inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *