HUKUM MENINDIK DAUN TELINGA ANAK PEREMPUAN

HUKUM MENINDIK DAUN TELINGA ANAK PEREMPUAN

Di Indonesia kita dapati rata-rata anak perempuan setelah kelahirannya ditindik daun telinganya kemudian diletakkan anting. Menurut sebagian dokter dan bidan, usia yang tepat untuk menindik adalah saat bayi berusia 2-6 bulan.

Sebenarnya apakah perbuatan ini diperbolehkan dalam fikih Islam? Untuk menjawabnya kami nukilkan ucapan salah seorang ulama besar yaitu Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah.

Beliau rahimahullah berkata dalam kitabnya Tuhfatul Maulud, “Boleh menindik daun telinga anak perempuan untuk tempat perhiasan, sebagaimana diungkapkan Imam Ahmad rahimahullah. Imam Ahmad rahimahullah juga menegaskan
bahwa hal itu makruh bagi anak laki-laki. “

Kemudian beliau menyebutkan salah satu argumen atas kebolahan perbuatan tersebut, beliau rahimahullah berkata, “Di dalam ash-Shahihain disebutkan bahwa ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menganjurkan kepada para wanita untuk bersedekah, mereka segera memberikan anting-anting mereka. [Hadits ini diriwayatkan Oleh Imam al-Bukhari Dalam al-‘Idain Bab al-Khutbah Ba’da al-‘Id Dan Imam Muslim dalam Shalat al-‘Idain Bab Tarku ash-Shalah Qabla al-‘Id Wa Ba’daha]. Persetujuan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam terhadap para wanita yang memakai anting-anting cukup sebagai hujjah kebolehan memakainya sebagai perhiasan. Jika memang hal itu tidak boleh, tentunya al-Quran dan hadits melarangnya. “

Jadi, tidak mengapa menindik daun telinga anak perempuan dan meletakkan anting. Wallahu a’lam

Penulis: Abul Fata Miftah, Lc

Artikel: www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *