HUKUM KOP UNDANGAN DICANTUMKAN LAFADZ BASMALAH

HUKUM KOP UNDANGAN DICANTUMKAN LAFADZ BASMALAH

Assalamualaikum. Pak ustadz, mau tanya. Bagaimana hukumnya undangan yang dikopnya diawali dengan basmallah. Kemudian undangan itu tercecer di bak-bak sampah atau di tempat-tempat kotor. Bagaimana hukumnya mencetak undangan tersebut ustadz, terimakasih

Jawaban: Pada dasarnya, si pembuat undangan telah melakukan perkara yang disyariatkan yakni menuliskan ucapan tasmiyah atau bismillah. Bila ia menyebutkan ayat Al-Qur`an yang sesuai di kartu/surat undangan tersebut maka tidak menjadi masalah. Orang yang menerima kartu atau surat undangan tersebut wajib untuk memuliakannya, karena di dalamnya ada ayat-ayat Allah . Jangan dibuang di tempat sampah atau di tempat hina lainnya.

Kalau sampai kartu atau surat undangan bertuliskan ayat Al-Qur`an itu ia hinakan maka ia berdosa. Adapun si penulis atau pembuatanya tidaklah berdosa. Nabi sendiri memerintahkan sahabatnya untuk menuliskan ‘Bismillahirrahmanirrahim’ pada surat-surat yang beliau kirimkan sebelum beliau mengirimkannya. Dan terkadang beliau memerintahkan untuk menulis beberapa ayat Al-Qur`an dalam surat tersebut.
Dengan demikian, orang yang menulis hendaklah menuliskan bismillah sesuai dengan yang disyariatkan, dan ia menyebutkan beberapa ayat berikut hadits-hadits ketika dibutuhkan. Sedangkan orang yang menghinakan tulisan tersebut atau surat tersebut, ia berdosa. Semestinya ia menjaganya, atau bila ingin membuangnya karena sudah tidak terpakai, hendaknya ia bakar atau dipendam. Bila dibuang begitu saja di tempat sampah, menjadi mainan anak-anak, menjadi pembungkus barang atau yang semisalnya, ini tidaklah diperbolehkan.
Sebagian orang menjadikan lembaran yang di dalamnya ada ucapan basmalah atau ayat-ayat Al-Qur`an sebagai alas untuk makanan atau pembungkus barang yang dibawa ke rumah. Semua ini tidak diperbolehkan karena ada unsur penghinaan terhadap lembaran yang dalamnya tertulis ayat-ayat Al-Qur`an dan hadits-hadits Rasulullah . Semestinya lembaran tersebut dibakar atau dipendam di tempat yang baik. Demikian pula mushaf Al-Qur`an bila telah sobek tidak bisa lagi digunakan, maka mushaf tersebut dipendam di tanah yang bersih atau dibakar, sebagaimana dahulu ‘Utsman bin ‘Affan membakar mushaf-mushaf yang tidak lagi diperlukan.

Kesimpulannya, si pembuat atau penulis undangan sejatinya tidak menanggung dosa dengan alasan undangan itu seringkali tercecer. Karena Rasulullah sendiri mencontohkan untuk menuliskan Bismillah dan bahkan ayat suci dalam undangannya. Yang menjadi perhatian disini adalah si penerima surat atau undangan. Jangan sampai lembaran undangan yang termuat di dalamnya ayat atau kalimat Basmallah dibuang begitu saja. solusinya, jika tidak dipakai silakan dibakar atau dipendam di dalam tanah. Wallahu a`lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *