HUKUM BERSIWAK DI SIANG HARI SAAT PUASA

HUKUM BERSIWAK DI SIANG HARI SAAT PUASA

Bolehkah kita bersiwak di siang hari pada bulan ramadhan? Mohon penjelasannya. Terima kasih

Jawaban:

Mayoritas ulama diantaranya Imam An-Nakhoi, Ibnu Sirin, Urwah bin Zubair, Malik, Abu Hanifah, Ashabur ro’yu atau Ahlu Ra’yu, Umar (dalam sebuah riwayat), Ibnu Abbas dan Aisyah membolehkan bersiwak dalam keadaan berpuasa baik di waktu pagi sebelum matahari tergelincir maupun di siang atau sore hari setelah matahari tergelincir)

Mayoritas ulama berdalil dengan keumuman hadits tentang keutamaan dan perintah bersiwak secara mutlak tanpa ada pengecualian.

Rasulullah  bersabda:

السِّوَاكَ مَطْهَرَةٌ لِلْفَمِّ مَرْضَاةٌ لِلرَّبِّ. رواه أحمد

“Siwak merupakan kebersihan bagi mulut dan keridhaan bagi Rabb”. (HR. Ahmad)

Dari Abu Hurairah , Nabi  bersabda:

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِى لأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ وُضُوءٍ

“Seandainya tidak memberatkan umatku niscaya akan kuperintahkan mereka untuk menyikat gigi (bersiwak) setiap kali berwudhu.” (HR. Al-Bukhari).

Terdapat pula riwayat bahwa Nabi  dan sahabat bersiwak dalam keadaan puasa secara mutlak, adapun orang yang membedakan antara sebelum dan sesudah matahari tergelincir harus mendatangkan dalil lain yang sharih atau jelas dan kuat.

Amir bin Rabiah  berkata, saya sering sekali melihat Rasulullah bersiwak dalam keadaan puasa. “(Menurut At-Tirmidzi hadits ini hasan).

Ziyad bin Hudair  berkata: “Tidaklah aku melihat seseorang yang paling sering bersiwak dalam kondisi puasa kecuali Umar . ”

Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *