HARUSKAH SHOLAT TARAWIH DILAKSANAKAN SECARA BERJAMAAH

HARUSKAH SHOLAT TARAWIH DILAKSANAKAN SECARA BERJAMAAH

Pak ustadz, apakah shalat tarawih harus berjamaah di masjid atau boleh shalat sendirian di rumah? Terima kasih

Jawaban:

Dari Abu Hurairah  , bahwa Rasulullah   bersabda:

ومن قام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه

“Dan barang siapa qiyamullail dibulan ramadhan dengan iman atas keutamaannya dan ihtisab yatu ikhlas mengharap pahala dari Allah niscaya diampuni dosanya yang telah lalu”. (HR. Muslim)

Maksud qiyamullail dalam hadits tersebut adalah shalat tarawih, dan ulama sepakat hal ini telah dianjurkan.

Tentang tata cara pelaksanaan shalat taraweh, ulama berbeda pendapat, mana yang lebih utama dalam pelaksanaan salat tarawih apakah dimasjid secara berjamaah atau di rumah secara sendirin? Menurut Imam Asy-Syafii, mayoritas syafiiyyah, Abu Hanifah, Imam Ahmad, sebagian ulama malikiyyah dan yang lainnya, bahwa salat tarawih lebih utama dilaksanakan secara berjamaah dimasjid. Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Umar  serta para sahabat lainnya kemudian dilanjutkan oleh kaum muslimin, dan ini merupakan syiar yang agung seperti salat id.

Adapun menurut Imam Malik, Abu Yusuf, sebagian ulama syafiiyyah dan yang lainnya bahwa salat tarawih lebih utama dilaksanakan secara sendirian dirumah sebagaimana dalam hadis ” yang paling utama dari shalatnya seseorang adalah dilakukan dirumahnya kecuali salat maktubah (wajib)”

Dari dua pendapat diatas, yang masyhur dan yang banyak diamalkan oleh kaum muslimin adalah pendapat yang mengatakan bahwa shalat tarawih dilaksanakan secara berjamaah di masjid. Dan shalat tarawih secara berjamaah lebih dianjurkan mengingat adanya hadis yang menjelaskan keutamaan shalat bersama imam. Rasulullah  bersabda “Siapa yang salat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyamullail satu malam penuh” [HR. An nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad]

Juga adanya keutamaan jalan menuju masjid untuk shalat. Dari Abu Hurairah , Nabi   bersabda:

كُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلاَةِ يُكْتَبُ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ وَيُمْحَى عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةٌ

“Setiap langkah menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shohih)

Semoga Allah   memudahkan kita untuk melangkah kaki ke masjid dalam rangka melaksanakan shalat berjamaah dan ibadah lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *