CARA MEMBERSIHKAN DIRI DARI BUNGA BANK

CARA MEMBERSIHKAN DIRI DARI BUNGA BANK

CARA MEMBERSIHKAN DIRI DARI BUNGA BANK

Sebagian orang merasa khawatir uangnya akan dicuri atau dirampok disebabkan lingkungan yang tidak aman serta budaya mencuri dan merampok sangat menjamur di tengah-tengah masyarakat, maka dengan kondisi tersebut ulama memberi keringanan  dengan diperbolehkannya menaruh uangnya dibank.

Adapun orang-orang yang sengaja menaruh uangnya dibank alias deposito sedangkan sistem yang berlaku bukan sistem mudhorobah atau bagi hasil yang benar-benar sesuai syariat dan fikih, maka para ulama sepakat atas keharaman perbuatan ini dikarenakan masuk dalam transaksi riba.

Adapula sebagian orang sengaja memberikan pinjaman kepada orang lain dengan pembayaran secara berangsur disertai adanya tambahan atau bunga, jika ini terjadi bukan dengan sistem bagi hasil usaha secara syari maka ini pun termasuk riba yang diharamkan oleh syariat.

Apabila orang tersebut sudah mengetahui bahwa uang hasil usahanya adalah riba dan ia bertaubat, lalu bagaimanakah cara membersihkannya dari riba?, masalah ini sudah sering ditanyakan kepada para ulama kontemporer.

Berikut fatwa dari para ulama terkait cara membersihkan dari bunga bank.

1. Syaikh Abdullah bin Jibrin Hafidzahullah berkata:”Menurut saya, sebaiknya anda mengambilnya dari bank itu kemudian anda gunakan untuk suatu kebaikan, seperti diinfakkan ke masjid dan sekolah-sekolah dalam negeri islam yang membutuhkan biaya, daripada bunga bank tersebut dimakan oleh orang bank yang mereka adalah penyebab adanya bunga bank. Perbuatan ini termasuk dalam hadis yang menerangkan bahwa Allah melaknat orang yang memakan riba dan yang mewakilinya.” (Fatawa Islamiyyah)

2. “Bunga yang telah anda ambil sebelum mengetahui pengharamannya, maka kami berharap Allah memberikan ampunan kepada anda. Dan setelah mengetahui hukum haramnya, maka anda wajib menyelamatkan diri darinya serta menginfakkannya dijalan kebaikan, seperti misalnya menyedekahkannya kepada kaum fakir miskin dan para mujahid di jalan Allah, serta bertaubat kepada Allah dari muamalah dengan riba setelah mengetahuinya. ” (Fatwa Komite Tetap Kajian Ilmiah dan Pemberian Fatwa Yang Diketuai Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz)

3. “Uang bunga yang berbau riba termasuk harta haram. Allah Taala berfirman:”Dan Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” Barang siapa masih memiliki sedikit dari uang seperti itu, maka hendaklah dia segera melepaskan diri darinya, dengan menginfakkannya untuk hal-hal yang bermanfaat bagi kaum muslimin. Seperti membangun jalan, madrasah, atau memberikannya kepada kaum fakir miskin, Adapun masjid tidak boleh dibangun dengan menggunakan uang riba tersebut. Tidak diperbolehkan bagi siapa pun untuk mengambil bunga bank dan tidak terus menerus mengambilnya.” (Fatwa Komite Tetap Kajian Ilmiah dan Pemberian Fatwa Yang Diketuai Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz).

Wallahu A’lam. Semoga Bermanfaat

Referensi:

1. Fatwa Jual Beli Oleh Al-Lajnah Ad-Daimah, Komite Tetap Kajian Ilmiah dan Pemberian Fatwa Pustaka Imam Syafii

2. Kultum Setahun Karya Syaikh Abdul Malik bin Muhammad Abdurrahman Al-Qasim Pustaka Darus Sunnah

 

Oleh: Abul Fata Miftah Murod, S. Ud; Lc

Artikel: www.islamsolusi.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *