BEROBAT KE DUKUN, BOLEHKAH?

BEROBAT KE DUKUN, BOLEHKAH?

Bagaimana kalau saya pergi ke dukun untuk minta syariat penyembuhan penyakit boleh gak?

Jawaban: Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim datang ke dukun baik hanya sekedar bertanya tentang sesuatu hal atau datang untuk berobat. Sudah maklum bahwa dukun adalah orang-orang yang berkecimpung dalam dunia sihir, mistik dan bersekutu dengan jin.
Nabi bersabda;

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Barangsiapa mendatangi tukang ramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak akan diterima darinya shalat 40 hari. [HR. Muslim, no: 2230]

Maksud “tidak akan diterima darinya shalat 40 hari”, yaitu tidak ada pahala baginya, walaupun shalatnya sah di dalam menggugurkan kewajibannya, dan dia tidak harus mengulanginya.
Dalam hadits lain, Nabi bersabda:

مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Barangsiapa mendatangi yakni menggauli istrinya yang sedang haidh atau mendatangi yakni menggauli istrinya pada duburnya atau mendatangi dukun, maka dia telah kafir kepada al-Qur’an yang telah diturunkan kepada Muhammad .” [HR. Tirmidzi dan Abu Dawud]

Islam sudah memiliki cara tersendiri dalam mengobati penyakit, yaitu baik datang ke dokter atau jika penyakitnya adalah nonmedis seperti sihir atau gangguan jin bisa datang ke praktisi ruqyah yang syar`i, atau bisa juga dengan rukyah mandiri.

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan seorang untuk menangani berbagai gangguan sihir saat menimpa seseorang:

1. Sebelum memulai pengobatan hendaknya tanamkan keyakinan yang dalam bahwa Alloh adalah asy-Syafi (Yang Maha Menyembuhkan) atas segala macam penyakit. Sihir tidak bisa menimpa seseorang melainkan dengan izin Alloh , bukan semata-mata perbuatan tukang sihir. Sekali lagi yakinlah hanya Alloh yang mampu menyembuhkan.
2. Jika ternyata ditemukan adanya jimat maka jimat itu dibakar atau dimusnahkan. Atau kita menemukan buhul tali sebagai media sihir, maka buhul tersebut dilepas bersamaan dengan membaca dzikir-dzikir di bawah ini dengan hati yang khusyuk dan selalu memohon pertolongan kepada Alloh .
3. Membaca surat al-Fatihah secara berulang-ulang.
4. Membaca surat al-Kafirun, al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Nas, dibaca 3 kali.
5. Membaca ayat Kursi (surat al Baqoroh [2]: 255) dan dua ayat terakhir dari surat al-Baqarah (ayat 285 dan 286).
6. Membaca ayat-ayat yang berkaitan dengan masalah kebatilan sihir, seperti surat al-A’rof [7]: 117-119, Yunus [10]: 79-82 dan Thoha [20]: 64-69.
7. Bacakan juga kepada orang yang terkena sihir apa saja dari ayat-ayat al-Qur’an karena pada dasarnya setiap ayat al-Qur’an bisa untuk ruqyah. Hanya saja beberapa ayat atau surat seperti surat al-Baqoroh mempunyai faidah khusus. Berkaitan dengan hal tersebut Rosululloh bersabda:

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah kalian jadikan rumah-rumah kalian sebagaimana kuburan. Sesungguhnya setan itu akan lari dari suatu rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqoroh.” (HR. Muslim)
Maksudnya, setan tidak memasuki rumah di dalam hadits tersebut bukan berarti tidak memasuki selama-lamanya. Dalam riwayat yang lain Nabi menjelaskan bahwa setan tidak memasuki rumah yang dibacakan Surat al-Baqoroh selama tiga hari.
Nabi juga bersabda:

اِقْرَؤُوْا سُوْرَةَ اْلبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلاَ يَسْتَطِيْعُهَا اْلبَطَلَةُ

“Bacalah surat al-Baqoroh. Sesungguhnya mengambilnya (membaca, menghafal, mentadabburi serta mengamalkannya) merupakan keberkahan. Dan para penyihir tidak mampu melawan (kehebatan) surat al-Baqoroh” . (HR. Muslim).

8. Selain dari membaca ruqyah dari ayat al-Qur’an, Nabi juga mengajarkan bacaan ruqyah bagi orang yang sakit, baik medis maupun non medis seperti bacaan berikut ini:

الَلَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَأْسَ، إِشْفِ وَأَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءً إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَيُغَادِرُ سَقُمَا

“Ya Alloh Robb manusia, hilangkanlah penyakit dari hamba-Mu ini dan berilah ia kesembuhan, karena Engkau Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan dari-Mu, yaitu penyembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.”

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيئٍ يُؤْذِيْكَ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيْكَ، بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ

“Dengan nama Alloh aku menjampimu dari segala sesuatu yang menyakitkanmu dan dari kejahatan setiap jiwa, atau dari pandangan mata yang penuh kedengkian. Semoga Alloh menyembuhkanmu, dengan nama Alloh aku menjampimu.”

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهْ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“Saya berlindung dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari setiap setan, setiap dzat yang memiliki racun lagi mematikan (marabahaya) dan dari kejahatan pandangan mata yang dengki.”
Point-point di atas merupakan metode islami dalam menangani gangguan sihir. Siapa saja dari seorang muslim bisa mengamalkan hal tersebut meski bukan berstatus ustadz atau kiai. Sebab banyak kesalahpahaman di masyarakat bahwa yang “layak” membacakan ruqyah hanyalah para ustadz dan kiai. Jadi jangan ragu-ragu lagi untuk segera meruqyah jika ada orang di sekitar kita terindikasi gangguan sihir.
Mudah-mudahan Alloh selamatkan kita, keluarga kita serta kaum muslimin dari gangguan sihir. Amiin. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *