BERHUBUNGAN DENGAN BUKAN MAHRAM MELALUI HP MENURUT KYAI DAN SANTRI NU

BERHUBUNGAN DENGAN BUKAN MAHRAM MELALUI HP MENURUT KYAI DAN SANTRI NU

Di era modern seperti ini, hampir semua anak muda sudah mengenal dunia medsos. Bahkan hari ke hari semakin maju dan canggih. Sisi positif maupun negatif pun pasti ada. Diantara sisi negatifnya adalah dijadikan media komunikasi atau berinteraksi antara kaum muda dan mudi yang bukan mahramnya. Bagaimana pandangan kyai dan santri NU dalam masalah ini?

Dalam buku “NGAJI FIQIH UNTUK BEKAL KEHIDUPAN DUNIA AKHERAT”, buku kedua (maksudnya jilid ke-2) yang dikeluarkan oleh Tim Kreatif Kajian Tanya Jawab (TIRAKAT) 2014, penerbit Purna Siswa 3 Aliyah 2014 dan Madrasah Hidayatul Mubtadiin (MHM) Lirboyo Jatim, Cetakan Mei 2014 dan diberikan pengantar oleh KH. Ahmad Idris Marzuqi (Lirboyo Jatim) dan KH. Maimun Zubair (Sarang Rembang Jateng) disebutkan secara teks lengkap sebagai berikut;

Alat komunikasi memudahkan bagi kita untuk berinteraksi dengan orang lain. Apakah diperbolehkan, berhubungan dengan lawan jenis melalui HP, BBM, Facebook, dan jejaring sosial yang lain, dengan
alasan ta’aruf (mengenal sifat, kebiasaan, dan kesenangan) dalam rangka mencari istri?

Jawaban: Tidak diperbolehkan, karena belum adanya keinginan kuat untuk menikah (‘azm) schingga belum termasuk kategori hajat yang diperbolehkan untuk mengetahui karakter dari lawan jenis dalam rangka khithbah. [Lihat Buku Ngaji Fiqih Jilid 2 halaman 92]

Pernyataan di atas dikatakan bahwa tidak diperbolehkan berhubungan melalui medsos dengan lawan jenis yang bukan mahram walaupun alasannya mencari istri, apalagi hanya untuk bercanda atau bercinta tentu sangat dilarang. Wallahu a’lam

@Abul Fata Murod, Lc

Artikel: www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *