Apakah Khomer Najis

Apakah Khomer Najis

Mayoritas ulama di antaranya Imam empat madzhab (Abu Hanifah, Malik, Syafii, Ahmad) dan Syaikhul Islam menghukumi najisnya khomer.

Berdalil dengan firman Allah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khomer, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan keji atau perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”
(QS. Al-Maidah: 90)

Kata rijsun (رِجْسٌ) dalam ayat tersebut maksudnya adalah najis. Sebagian ulama menyebutkan bahwa di dalam ayat juga disebutkan lafadz “maka jauhilah” hal ini berarti bahwa khomer tidak bisa dimanfaatkan untuk apapun sekalipun untuk minyak wangi, karena Allah memerintahkan untuk menjauhi secara total.

Adapun sebagian ulama seperti Rabi’ah, al-Laits, al-Muzanni, Asy-Syaukani, Ash-Shan’ani, Ahmad Syakir dan Al-Albani menghukumi sucinya khomer. Dan ini yang dirajihkan atau dikuatkan oleh syaikh Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim dalam kitabnya Shahih Fikih Sunnah. Di antara argumennya adalah:

1. Kata rijsun (رِجْسٌ) dalam ayat artinya haram, adzab, laknat, buruk, dosa dan sejenisnya, bukan bermakna najis. Karena ada ayat-ayat lain menyebutkan lafadz rijsun (رِجْسٌ) sedangkan maknanya bukan najis.

2. Saat khomer diharamkan, maka para sahabat menuangkannya ke jalan-jalan, jikalau najis maka tidak dituangkan ke jalan-jalan, karena bisa mengenai pakaian pengguna jalan.

3. Hukum asal khomer adalah suci, sedangkan tidak ada dalil yang tegas menerangkan najisnya khomer.

Wallahu a’lam

@www.inilahfikih.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *